Wednesday, November 9, 2016

MALAM

Posted by Rtnksmw at 10:50 PM

aku benci dengan keheningan malam
malam yang terlalu hening, mengantarkanku kedalam cerita lalu
cerita yang sangat membuatku kesakitan
terlalu sakit sehingga membuatku tak bisa meneteskan airmataku

mungkin mereka semua mengira aku terlalu naif
mungkin mereka semua mengira aku terlalu bodoh
terlalu bodoh untuk berdiam diri menikmati luka 
terlalu bodoh untuk menyakinkan diri bahwa aku baik-baik saja

aku tidak tahu, 
seberapa dalam luka ku karenamu. karena sampai saat ini, jika terdengar tentangmu aku hanya terdiam. seluruh duniaku terasa runtuh.
kamu tidak tahu,
seberapa sulit bagiku untuk menjalani hari tanpamu, betapa beratnya aku kehilanganmu, karena sampai saat ini aku tidak mengerti apa kesalahanku.

bagaimana cara membuatmu mengerti jika aku masih disini.
bagaimana cara membuatmu sadar apa yang kamu putuskan membuatku kesakitan,
bagaimana cara membuatmu merasa ketika rindu ini menusukku?
apa yang bisa dikatakan terbaik sampai saat ini?
terbaik memang kamu menjagaku. tapi kenapa harus dengan meninggalkanku.
meninggalkanku sendirian dengan rasa takutku.

selain mengikuti bayangmu, aku bertumpu pada siapa?
selain merindumu, hatiku terisi siapa?
selain kamu, apa aku bisa mencintai orang lain?
bagaimana mungkin seseorang sepertimu membuatku takut untuk pergi kemana-mana?
bagaimana mungkim seseorang sepertimu membuatku berhasil hidup dengan kekosongan?

mereka bertanya, bagaimana kedaanku?
mereka yang memang tidak bisa menggantikanmu, apa aku yang terlalu takut untuk menyambut mereka?

apa kamu sekarang sudah percaya, bahwa waktu tidak merubah apa yang aku rasa?
apa kamu sekarang sudah percaya, bahwa jarak tidak merubah rindu yang aku rasa?
apa kamu tahu, betapa beratnya aku menyakinkan diriku sendiri bahwa semua akan baik-baik saja untukku?
bagaimana bisa aku merasa baik-baik saja ketika orang yang aku cintai pergi meninggalkanku dengan alasan bahwa ini  keputusan yang terbaik buatku.
dimana yang bisa dikatakan terbaik? bertahun-tahun tanpamu, yang aku kira aku sudah terbebas dari lukamu. 
dan ternyata selama ini  aku hanya tidak mengenali diriku sendiri.
bagaimana perasaanku sekarang?
apa aku masih aku terluka apa sudah baik-baik saja?
apa aku sudah bisa merelakanmu?
apa aku sudah bisa melupakanmu?

aku selalu ingin bertanya tentang semua ini untukmu
bagaimana kamu menjalankan hidupmu setelah berpisah denganku?
apa kamu baik-baik saja?
apa kamu makan dengan baik?
tidur tanpa tangis?
apa kamu memang selalu tersenyum dihadapan orang lain dan termenung ketika sendirian?
aku tidak bisa membacamu saat itu. karena kamu terlalu diam.

kamu yang seharusnya aku benci, melukai hidupku dan membuatku sulit untuk percaya lagi.
lalu, bagaimana kamu bisa masih menjadi orang yang sangat aku cintai?
menjadi seorang yang sangat aku rindukan?
menjadi seseorang yang slalu ingin ku temui setiap malam?
aku ingin bertemu denganmu karena aku sangat merindukanmu
tapi, 
aku takut jika bertemu denganmu karena kamu sudah begitu asing buatku
jika bertemu denganmu dimimpi itu yang terbaik. aku menerimanya
tapi, jika hanya lewat mimpi? kenapa aku masih  merasa sakit?
begitu terluka kah aku karenamu?
kenapa sangat terluka, kalau ini juga untuk kebahagiaanmu?
kenapa aku begitu egois sehingga hanya mementingkan lukaku sendiri?

jika kita bertemu, 
bagaimana aku menghadapi dirimu
bagaimana kamu menghadapi diriku
apa yang aku rasakan? begitupula kamu
apa aku akan menangis? apa kamu hanya diam tanpa menyapaku
apa aku hanya bisa melihatmu dari jauh?
apa kamu tidak bisa menghampiriku seperti dulu?
akhirnya, aku mengetahui semua jawabannya di danau itu.
begitu bodohnya kamu muncul di hidup seseorang yang dulu sudah kamu tinggalkan.
tapi, kebodohanmu itu  masih membuatku mencintaimu.


kamu membuatku terbiasa dengan kehadiranmu,
dengan kamu yang tidak pernah mau melepaskanku
dengan kamu yang membuat mereka mengerti bahwa aku milikmu
karena kamu seperti itu, aku terasa berat untuk berdiri di depanmu tanpa memilikimu



kamu selalu menyakinkanku untuk bisa menghadapi semua ini.
terimakasih telah menjadi sosok yang tegar sehingga aku berpikir kamu baik-baik saja tanpaku.
seiring berjalannya waktu, sesuai katamu
aku yakin semua ini akan hilang, 
aku akan terbiasa tanpamu
aku akan makan sendirian, tanpa kamu yang menyuapiku
aku akan pergi sendirian tanpa kamu disisiku
fisikku telah berhasil,  tapi batinku gagal.
aku berhasil menjalani hidupku sendirian. tapi,
tanpa aku sadari hatiku selalu mencarimu, tapi aku mengabaikanya.
aku berusaha mengabaikannya sampai aku tidak mengena diriku sendiri.
maafkan  aku, jika aku bertingkah seperti anak kecil, tapi ini hatiku.

ternyata, perpisahan, jarak dan waktu tidak bisa menghapus semua ini.
entah menghapus luka atau cinta
luka yang kamu buat sangat dalam, sehingga membuatku ketakutan.
apa salahku, sehingga kamu membuat hidupku seperti ini?

aku dengar sekarang kamu sudah bersamanya?
aku senang jika kamu bahagia
aku senang jika terkadang aku tidak egois dan membiarkanmu dengannya
aku senang, jika keputusanmu ini memang terbaik untukmu
tapi, bagaimana dengannya?
apa dia menjagamu?
apa dia merawatmu ketika kamu sakit?
apa dia selalu mendukung apa yang kamu lakukan?
apa dia selalu menemanimu setiap kali kamu ke atas panggung?
apa dia selalu membuatkan jelly kesukaanmu?
apa dia pernah memasak berdua denganmu?
apa kamu sangat mencintainya?
semoga dia selalu menjagamu, untukku.

maafkan aku jika terlalu mencintaimu sehingga membuatmu terbebani.
maafkan aku jika selalu merindukanmu sehingga membuatmu kelelahan untuk datang ke mimpiku.
maafkan aku jika selalu mengajakmu bicara lewat batinku, sehingga membuatmu terganggu.
maafkan aku jika sering menyebutkan namamu dalam doaku
maafkan semua yang aku rasakan
maafkan aku tidak bisa memenuhi permintaan terakhirmu untuk selalu tersenyum dan tidak bersedih
karena sampai sekarang, aku tidak bisa membendung rasa sedihku
dan maafkan aku sampai sekarang tidak bisa membencimu
aku terkunci dalam perasanku yang kamu buat sendiri
apa salahku, sehingga kamu membuat hidupku seperti ini?


buktikan kepadaku, bagaimana kebahagiaanmu. agar aku tidak sia-sia bergelut dengan sedihku.
akan aku pastikan, perasaanku tidak akan mengganggumu 
akan aku pastikan, kamu tidak mengetahui semua ini.

setiap malam terasa dingin buatku
dan aku hanya menatap bulan yang  terdiam melengkungkan senyumnya untukku
tak ketinggalan bintang yang setia menerangiku, tanpamu.
aku berharap, malam akan cepat berganti pagi
sehingga aku bisa meninggalkan kesedihanku di selimutku
untuk bergegas  menghadapi hariku.

tetaplah hidup dengan baik, untukku.

isalku* 

0 comments:

Post a Comment

 

R☺ Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review